Kuatkan Sinergi CMJT-JTAB di Halbi JTAB 2026

Semarang – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal CMJT JTAB yang mengusung tema “Eratkan Silaturahmi, Kuatkan Energi” (13/4).

Bertempat di Saripetojo Hall, Hotel Front One HK Resort Semarang. Kegiatan ini dihadiri sekitar 120 peserta, yang terdiri dari karyawan aktif, manajemen, hingga mantan direksi dan karyawan. Transformasi dari Perusahaan Daerah Citra Mandiri Jawa Tengah (PD. CMJT) ke PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) atau JTAB telah berlangsung kurang lebih sekitar 4 tahun.

Mengusung tema “Eratkan Silaturahmi, Kuatkan Energi”, diharapkan seluruh peserta dapat membawa semangat baru dalam menjalankan aktivitas dan tanggung jawab kerja masing-masing. Kebersamaan yang terjalin dalam acara ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan dan meraih target perusahaan ke depan.

Baca Juga: Rest Area KM 445 B JTAB Favorit Pemudik 2026

Acara halal bihalal ini sekaligus menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi setelah Hari Raya Idulfitri, sekaligus memperkuat sinergi antar seluruh elemen perusahaan. Kehadiran para mantan direksi dan karyawan juga menambah nuansa kekeluargaan.

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih, atas kehadiran bapak ibu semua baik dulu masih dengan nama CMJT hingga sekarang jadi JTAB. Meskipun tidak lagi berada dalam satu lingkungan kerja yang sama. Kami harap semangat kekeluargaan ini bisa kita terus jaga dalam acara halal bihalal.” ungkap Ir. Totok AS, Direktur Utama PT. Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dalam pidatonya.

Rangkaian acara berlangsung dengan penuh keakraban, mulai dari sambutan, pembacaan ayat suci Al-Quran, Tausiyah dan ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama.

Melalui kegiatan ini, CMJT JTAB menegaskan komitmennya untuk terus menjaga budaya kekeluargaan, memperkuat kolaborasi, serta membangun energi positif demi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: JTAB Jalin Kerjasama Antar BUMD dan Koperasi Tani

Rest Area KM 445 B JTAB Favorit Pemudik 2026

TuntangRest Area KM 445 B di Tuntang menjadi saksi padatnya arus mudik dan balik Lebaran 2026. Rest area ini menjadi salah satu titik penting di jalur utama yang menghubungkan berbagai daerah, khususnya bagi pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh.

Tercatat hingga H+7 Lebaran 2026, sebanyak 69.562 kendaraan singgah di Rest Area KM 445 B milik PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda). Kendaraan dengan tipe city car dan SUV masih mendominasi pada arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Rest Area KM 445 B juga dimanfaatkan pemudik untuk memenuhi berbagai kebutuhan selama perjalanan. Mulai dari makan dan minum, beribadah, hingga sekadar melepas lelah setelah berjam-jam berada di jalan. Karena Rest Area ini punya fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari SPBU, SPKLU, Masjid, minimarket, UMKM, Toilet, Posko kesehatan dan pusat oleh-oleh.
“Rest areanya cukup luas, parkirnya sangat rapi karena diarahkan oleh petugas, disini petugasnya cukup cekatan melihat kondisi langsung mengarahkan dan sangat menghargai pengunjung disini” kata Edo pemudik asal Cirebon.
Pengelola rest area mengimbau para pemudik untuk tetap menjaga kondisi fisik dan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik sebelum melanjutkan perjalanan. Hal ini penting guna menjaga keselamatan selama berkendara, terutama di tengah padatnya arus lalu lintas.


Tidak lupa, pengelola juga mengucapkan terima kasih kepada pengujung karena tetap mematuhi aturan dan menjaga ketertiban di area publik. Sehingga kenyamanan bersama tetap terjaga selama arus mudik dan balik di momen lebaran 2026.

JTAB Jalin Kerjasama Antar BUMD dan Koperasi Tani

Semarang – Sebagai upaya memperkuat sinergi sektor pertanian dan mendorong kemandirian ekonomi daerah, PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) jalin kerjasama dengan berbagai pihak.

Telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama terkait program ekosistem pertanian dan petani gajian yang dilaksanakan di Kantor Pusat PT BPR BKK Jateng (Perseroda), Semarang (17/3).
Penandatanganan tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT BPR BKK Jateng (Perseroda), Rudy Wahyu Triyanto bersama dengan Direktur Utama Jamkrida Jateng, Nasir Siregar, Direktur Utama Jateng Agro Berdikari, Ir. Totok Agus Siswanto, dan Pengurus Koperasi Tani Merdeka Jateng, Ferdo.
“Komisi C, ingin antar BUMD ada kolaborasi yang bagus terbangun disana inilah langkah yang terus kami lakukan.” ucap Totok dalam pidatonya.
Diharapkan dengan adanya penandatanganan perjanjian kerjasama ini, bisa memberikan manfaat yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak. Hal ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan dan menyerap hasil produksi pertanian. Adapun komoditas tanaman pada perjanjian yaitu Padi dan Jagung.

Dirut JTAB Dampingi Gubernur Jateng Tinjau Harga Bapokting

Ambarawa – Memasuki awal Ramadan 2026, ketersediaan barang dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) khususnya di pasar-pasar yang ada di Jawa Tengah menjadi perhatian.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berserta Bupati Semarang Ngesti Nugraha, jajaran OPD dan BUMD meninjau Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (20/2). Pada tinjauan pasar kali ini dimaksudkan untuk memastikan stok dan stabilisasi harga bahan pokok penting (bapokting) tetap terjaga selama Ramadan.

Berdasarkan pantauan, harga bapokting di pasar projo relatif terkendali. Namun, terdapat beberapa kenaikan harga pada beberapa bapokting, misalnya cabai rawit merah dan bawang merah, yang harganya berada di atas harga acuan pembelian (HAP). Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan kepada Direktur Jateng Agro Berdikari (JTAB), Ir. Totok AS yang turut mendampingi untuk melakukan operasi pasar, terkait sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga.

“Koordinasi dengan dinas atau instansi terkait,” kata Luthfi, setelah mendengar keluhan pedagang.

Baca Juga: Komitmen JTAB Dalam Menjaga Inflasi di Jateng

Terkait naiknya harga cabai dan beberapa bapokting, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini menjelaskan,

“Karena meningkatnya permintaan dari luar Jawa Tengah, khususnya dari Jakarta. Di mana saat ini harga cabai di Jakarta menyentuh sekitar 100ribu per kilogram. Akibatnya harga di Jawa Tengah ikut naik juga, meskipun tidak signifikan seperti di Jakarta,” ujarnya.
Selanjutnya langkah untuk mengatasi kenaikan harga cabai tersebut, Pemprov Jateng telah melakukan sejumlah intervensi. Salah satunya, subsidi harga tingkat konsumen dengan melakukan penugasan melalui JTAB, yaitu menjual cabai dengan harga Rp65 ribu per kilogram, supaya masyarakat atau konsumen lebih bisa menjangkau.

Dikutip dari laman https://jatengprov.go.id/, Untuk memastikan stok pangan, stabilitas harga, dan keterjangkauan harga bahan pangan, Gubernur Ahmad Luthfi melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, akan menggelar 308 kali Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan tersebut akan diselenggarakan sampai Maret 2026 di seluruh kabupaten/ kota.

JTAB Rutin Gelar GPM Selama Ramadan 2026

Semarang –  Gerakan Pangan Murah (GPM) akan digelar di seluruh Kabupaten/Kota di provinsi Jawa Tengah selama Ramadan hingga menjelang Lebaran 2026.

Mengutip dari laman https://jatengprov.go.id/ , Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan menggelar 308 kali gerakan pangan murah (GPM) hingga bulan Maret 2026. Gerakan tersebut akan diselenggarakan di seluruh daerah, bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten/ Kota.

“Gerakan pangan murah ini juga menjadi program nasional. Di Jawa Tengah diawali di daerah Pucang Gading, Mranggen, Demak. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan daerah perbatasan dengan Kota Semarang.” ujar Ahmad Luthfi Gubernur Jawa Tengah saat tinjauan GPM di Halaman Kantor TVRI Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Komitmen JTAB Dalam Menjaga Inflasi di Jateng

Pada giat GPM di Pucang Gading, tercatat ada 11 pelaku usaha yang terlibat, termasuk kelembagaan lain seperti Bulog, RNI, PPI, JTAB, UMKM Binaan DKP Provinsi Jawa Tengah, Gapoktan Catur Tani Demak, Poktan Mudo Manunggal Roso, CV. Futago Farm Demak, UMKM Sedap Arum Demak, Ayam Komsiah Semarang, dan Primafood.

PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) yang merupakan BUMD milik Provinsi Jawa Tengah turut berperan aktif menjaga inflasi di Jawa Tengah salah satunya melalui GPM. Pada kegiatan ini JTAB menjual pangan organik dan pangan lokal. Meliputi beras organik, beras analog singkong, beras sorgum, mie mocaf low glutten, mie mocaf, tepung mocaf, minyak dan cabai.

“Alhamdulilah, saya senang dengan adanya GPM ini karena harga kebutuhan terjangkau saat mau memasuki bulan puasa, jadi bisa lebih hemat. Semoga kegiatan seperti ini lebih sering diadakan lagi.” ujar rina salah satu warga yang berbelanja.

Baca Juga: JTAB Terima Kunjungan Pangeran Brunei

Selain GPM, langkah strategis yang dilakukan Pemprov Jateng bersama OPD dan BUMD lain untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan adalah melakukan penyisiran yang dilakukan oleh Satgas Pangan Jawa Tengah. Penyisiran juga untuk mengantisipasi adanya spekulan-spekulan.

Komitmen JTAB Dalam Menjaga Inflasi di Jateng

Semarang – Bank Indonesia perwakilan Jawa Tengah bersama TPID terus memperkuat pasokan dan distribusi agar harga tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Sejalan dengan hal tersebut, maka pada (11/2) diselenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah. Pada agenda kali ini difokuskan dalam pemaparan Pengendalian Inflasi melalui Sinergi Ekosistem, Koordinasi BI-OPD, serta stabilisasi harga jelang Ramadan dan HBKN Idul Fitri 2026.

Dikutip dalam laman resmi Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Perkembangan harga Jawa Tengah di Awal Tahun 2026 menunjukkan Deflasi 0,35% (mtm), lebih dalam dari nasional. Meski begitu, inflasi tahunan tetap terjaga di 2,83% (yoy) — masih dalam sasaran 2,5±1%.

Baca Juga: JTAB Terima Kunjungan Pangeran Brunei

Penurunan harga didorong oleh melimpahnya pasokan pangan seiring masuknya periode panen serta normalisasi permintaan pasca libur Nataru. Beberapa komoditas yang harganya melandai antara lain Cabai Merah & Cabai Rawit, Bawang Merah, Daging & Telur Ayam Ras.

PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) selaku BUMD milik Provinsi Jawa Tengah yang bergerak dibidang pangan. Turut berperan aktif dalam pengendalian inflasi di Jawa Tengah.

Direktur Utama PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda), Ir. Totok AS dalam kegiatan ini berkesempatan menjadi narasumber. Dalam paparannya, menjelaskan tentang sinergi hulu ke hilir, dalam rangka membangun ekosistem bisnis pertanian yang berkelanjutan melalui kemitraan strategis.
“JTAB sangat peduli dengan pengendalian inflasi di Jawa Tengah, kami mulai bergerak aktif dengan membuka Kios JTAB di 35 Kota dan Kabupaten di Jawa Tengah. Kios JTAB berfungsi sebagai kios pantauan harga kebutuhan pokok.” papar Totok

Komoditi yang kami kelola meliputi kebutuhan pokok, seperti beras, gula, telur, cabai dan bawang merah. Selain adanya Kios JTAB, sebelumnya kami juga memiliki Si-Manismart, aktif di kegiatan Gerakan Pangan Murah baik di Kota maupun Kabupaten, hingga kami memiliki mobil KENDIL (Kendaraan Pengendali Inflasi). JTAB juga sangat support kebutuhan petani dengan memberikan Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) agar supaya para petani tetap produktif.
Rakorwil TPID turut dihadiri oleh, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Biro BUMD & BLUD Setda Provinsi Jawa Tengah serta jajaran OPD dan BUMD.

JTAB Terima Kunjungan Pangeran Brunei

Temanggung – Jajaran Direksi dan staf ahli JTAB, mendampingi kunjungan lapangan Delegasi Brunei Darussalam ke Pasar Agro Digital Modern Soropadan (4/2).

Delegasi Brunei Darussalam yang dipimpin oleh Yang Amat Mulia Pengiran Muda Abdul Qawi Ibni Mohamed beserta 10 delegasi bisnis melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah dari tanggal 2 hingga 5 Februari 2026.

Pada kunjungan lapangan kali ini, Pengiran Brunei didampingi oleh jajaran Direksi dan Staf Ahli bidang Pangan PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda). Pengiran Muda Abdul Qawi beserta jajaran meninjau langsung proyek investasi Pasar Agro Digital Modern Soropadan Magelang.

Baca Juga: Nyore Di Rest Area KM 445 B JTAB

Lebih lanjut dijelaskan, Pasar Agro Digital Modern Soropadan atau Soropadan Agro Hub hadir sebagai solusi investasi infrastruktur agribisnis paling komprehensif di Jawa Tengah. Tidak hanya membangun gudang, tapi sebuah ekosistem cerdas yang mengintegrasikan hulu hingga hilir.

Lokasi yang strategis dipinggir jalan kota, Soropadan Agro Hub memiliki fasilitas unggulan, yaitu Cold Storage dengan tiga zona suhu khusus untuk menjaga kualitas produk tetap premium. Soropadan Agro Hub memanfaatkan teknologi Smart Agriculture Technology ditunjang dengan kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Operasi Pasar Cabai, JTAB Berhasil Stabilkan Harga

Soropadan Agro Hub juga memiliki 12 unit armada Drone yang siap membantu para petani.  Drone ini mampu meng-cover lahan sepuluh kali lebih cepat dari cara manual.

“Lebih dari itu, kami membangun ‘Otak Digital’ berupa Edge Data Center dengan latensi di bawah 10 milidetik. Dari grading otomatis hingga prediksi harga berbasis AI, setiap liter komoditas dalam sistem kami dipantau secara presisi oleh 76 sensor IoT. Inilah efisiensi yang menjamin margin keuntungan tetap terjaga.” ungkap Chriswanto Tri Santosa, S.E., M.M, Staf Ahli Pangan JTAB.

Direktur Bisnis JTAB, Gerry Grefisanto, S.P. dalam pertemuan ini turut mengenalkan produk unggulan dari JTAB, salah satunya Kopi Java Tlogo. Pengiran Muda Abdul Qawi sangat antusias dan tertarik dengan produk yang ditawarkan.

Nyore Di Rest Area KM 445 B JTAB

Tuntang – Setelah menempuh perjalanan dinas kurang lebih 2,5 jam lamanya. Kami memutuskan untuk beristirahat di Rest Area KM 445 B ruas tol Semarang-Solo.

Rest Area yang kami singgahi cukup unik, karena punya tema Agro. Begitu kami masuk gate, mata ini fokusnya langsung pada Durian besar yang menjadi ikon tempat ini. Katanya sih di wilayah ini , durian nya sangat melimpah dan enak, makannya gak heran ikon durian dipilih.

Punya luasan lahan sekitar 6 hektare, Rest Area KM 445 B baru saja diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfhi pada Maret 2025. Karena punya lahan yang luas, Rest Area ini bisa menampung 250 kendaraan di kantong parkir utama, dan bisa bertambah menjadi 400 di jalur masuk.

Kalau kamu istirahat disini, dijamin gak akan kelaparan dan bingung mau makan apa. Karena disini banyak pilihan tenant kuliner yang memanjakan lidah. Total ada sekitar 38 tenant kuliner yang menyajikan makanan tradisonal, modern dan fusion.

Fasilitas lain juga tentunya tersedia disini, seperti Masjid, Minimarket, ATM Center dan Toilet. Fasilitas Toilet pria dan wanita cukup memadai, dengan total ada 143 unit. Kalau saldo e-toll kamu tidak cukup, disini juga bisa melakukan Top Up e-toll.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Rest Area km 445 B memiliki fasilitas yang lengkap. Menyediakan Pertalite, Pertamax, Pertamax Green, Solar, Pertamina Dex dan Turbo. Serta menyediakan Green Nitrogen serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Jika kamu lelah berkemudi, istirahatlah di Rest Area terdekat. Rest Area KM 445 B jadi salah satu destinasi tempat istirahat yang nyaman. Karena tidak hanya memiliki fasilitas yang lengkap, kalo kamu beruntung dan cuacanya cerah, kamu bisa menikmati pemandangan pegunungan dari sini. Yuk singgah di Rest Area KM 445 B.

Operasi Pasar Cabai, JTAB Berhasil Stabilkan Harga

Semarang Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama PT Jateng Agro Berdikari (PT JTAB) dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menggelar operasi pasar komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional.

Langkah ini dilakukan sebagai respon cepat atas temuan Gubernur Jawa Tengah dalam kunjungan pantauan harga pangan di Pasar Karangayu, Semarang, pada awal pekan ini.

Dalam sidak tersebut, Gubernur menemukan adanya kenaikan signifikan pada beberapa komoditas pangan, terutama cabai rawit merah yang mengalami lonjakan harga hingga mencapai kisaran Rp70.000–Rp80.000 per kilogram.

Kenaikan ini dinilai berpotensi memicu inflasi menjelang momen libur akhir tahun yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi. Sebagai tindak lanjut, Gubernur langsung menginstruksikan dilakukannya intervensi pasar melalui operasi pasar cabai agar harga dapat kembali stabil.

Menindaklanjuti arahan tersebut, JTAB bersama Dinas Ketahanan Pangan bergerak cepat menyalurkan pasokan cabai ke sejumlah titik pasar pantauan inflasi di Jawa Tengah.

Baca Juga: JTAB Ajak BUMD Boyolali Kerjasama Jagung dan Minyak Goreng

Direktur Utama JTAB, Ir. Totok AS. menjelaskan bahwa dalam operasi pasar kali ini, pihaknya menyediakan cabai rawit merah dengan harga intervensi sebesar Rp57.000–Rp65.000 per kilogram, jauh lebih rendah

dari harga pasar sebelumnya. Kebijakan ini terbukti mampu meredam lonjakan harga dan memberi akses harga terjangkau bagi masyarakat.

“Operasi pasar ini kami lakukan untuk menjaga stabilitas harga komoditas cabai yang sempat melonjak tinggi. Dengan suplai langsung dari jaringan petani dan pedagang mitra, kami mampu menekan harga sehingga lebih terkendali,” ujarnya.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis pengendalian inflasi daerah. Dengan stabilnya harga cabai, diharapkan tekanan inflasi jelang akhir tahun dapat ditekan secara signifikan.

Operasi Pasar meliputi sejumlah titik yaitu Pasar Karangayu, Pasar Bulu, Pasar Johar, Pasar Peterongan, serta beberapa pasar pantauan inflasi lainnya di wilayah Solo Raya dan Kedu.

Baca Juga: Kolaborasi JTAB Dengan BUMD Jatim Perkuat Kerjasama Ekonomi

Masyarakat menyambut baik kehadiran operasi pasar tersebut. Banyak pedagang maupun pembeli merasa terbantu dengan adanya pasokan cabai harga stabil sehingga aktivitas jual beli dapat kembali normal. Pemprov Jateng memastikan operasi pasar akan terus dilanjutkan secara berkala selama masa Nataru, terutama untuk komoditas yang berpotensi memicu inflasi.

Kolaborasi antara PT JTAB, Dinas Ketahanan Pangan, serta para pelaku pasar diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan pasokan tetap aman bagi seluruh masyarakat.

Gerakan Pangan Murah JTAB, Hadir di 19 Titik di Jawa Tengah

Semarang – Menghadapi potensi lonjakan harga akhir tahun, PT. Jateng Agro Berdikari (JTAB) melaksanakan penugasan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah untuk menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan GPM telah berlangsung sejak 2 Desember 2025 dan akan berakhir pada 15 Desember 2025 dan akan menjangkau 19 kabupaten atau kota di seluruh Provinsi Jawa Tengah.

JTAB menyediakan lima komoditas pangan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar. Adapun komoditas yang dijual adalah beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah.

Baca Juga: Sinergi BUMD Jateng Peduli Bencana Sumatera Barat

Pelaksanaan GPM, menyasar kecamatan-kecamatan yang ditetapkan sebagai prioritas. Total ada 19 kabupaten/kota yang menjadi sasaran, menjangkau daerah pelosok hingga pegunungan.

Adapun daerah yang menjadi sasaran yaitu Kab. Banjarnegara, Kab. Blora, Kab. Boyolali, Kab. Brebes, Kab. Cilacap, Kab. Karanganyar, Kab. Kebumen, Kab. Kendal, Kab. Pati, Kab. Pekalongan, Kab. Purbalingga, Kab. Purworejo, Kab. Rembang, Kab. Semarang, Kab. Sragen, Kab. Tegal, Kab. Temanggung Kab. Wonogiri, Kab. Wonosobo.

Baca Juga: JTAB Ajak BUMD Boyolali Kerjasama Jagung dan Minyak Goreng

GPM ini merupakan intervensi pasar yang strategis, memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga subsidi di tengah potensi kenaikan permintaan menjelang hari besar keagamaan dan akhir tahun.