Komitmen JTAB Dalam Menjaga Inflasi di Jateng

Semarang – Bank Indonesia perwakilan Jawa Tengah bersama TPID terus memperkuat pasokan dan distribusi agar harga tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Sejalan dengan hal tersebut, maka pada (11/2) diselenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah. Pada agenda kali ini difokuskan dalam pemaparan Pengendalian Inflasi melalui Sinergi Ekosistem, Koordinasi BI-OPD, serta stabilisasi harga jelang Ramadan dan HBKN Idul Fitri 2026.

Dikutip dalam laman resmi Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Perkembangan harga Jawa Tengah di Awal Tahun 2026 menunjukkan Deflasi 0,35% (mtm), lebih dalam dari nasional. Meski begitu, inflasi tahunan tetap terjaga di 2,83% (yoy) — masih dalam sasaran 2,5±1%.

Baca Juga: JTAB Terima Kunjungan Pangeran Brunei

Penurunan harga didorong oleh melimpahnya pasokan pangan seiring masuknya periode panen serta normalisasi permintaan pasca libur Nataru. Beberapa komoditas yang harganya melandai antara lain Cabai Merah & Cabai Rawit, Bawang Merah, Daging & Telur Ayam Ras.

PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) selaku BUMD milik Provinsi Jawa Tengah yang bergerak dibidang pangan. Turut berperan aktif dalam pengendalian inflasi di Jawa Tengah.

Direktur Utama PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda), Ir. Totok AS dalam kegiatan ini berkesempatan menjadi narasumber. Dalam paparannya, menjelaskan tentang sinergi hulu ke hilir, dalam rangka membangun ekosistem bisnis pertanian yang berkelanjutan melalui kemitraan strategis.
“JTAB sangat peduli dengan pengendalian inflasi di Jawa Tengah, kami mulai bergerak aktif dengan membuka Kios JTAB di 35 Kota dan Kabupaten di Jawa Tengah. Kios JTAB berfungsi sebagai kios pantauan harga kebutuhan pokok.” papar Totok

Komoditi yang kami kelola meliputi kebutuhan pokok, seperti beras, gula, telur, cabai dan bawang merah. Selain adanya Kios JTAB, sebelumnya kami juga memiliki Si-Manismart, aktif di kegiatan Gerakan Pangan Murah baik di Kota maupun Kabupaten, hingga kami memiliki mobil KENDIL (Kendaraan Pengendali Inflasi). JTAB juga sangat support kebutuhan petani dengan memberikan Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) agar supaya para petani tetap produktif.
Rakorwil TPID turut dihadiri oleh, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Biro BUMD & BLUD Setda Provinsi Jawa Tengah serta jajaran OPD dan BUMD.